Pendiri

founder1

Erry Firmansyah

"Jika suatu hal patut dilakukan,
maka hal itu patut dilakukan dengan baik"
- Pepatah Cina

Erry Firmansyah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1981 dan memulai karirnya sebagai Auditor di sebuah perusahaan akunting, Drs. Hadi Sutanto (Koresponden Price Waterhouse Coopers), dari tahun 1982 sampai 1984. Beliau lalu bekerja untuk sebuah perusahaan konsultan, PT Sumarno Pabottinggi Management, hingga tahun 1990, dan melanjutkan karirnya di Lippo Group hingga tahun 1998 sebagai Direktur Eksekutif. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), beliau menjabat sebagai Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dari tahun 1998 sampai 2002.

Beliau bekerja di BEI hingga Juli 2009, kemudian mendirikan PT Eagle Capital bersama Harry Wiguna di bulan Oktober 2009. Pada periode yang sama beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dari tahun 2009-2012, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) 2009-2015, PT Astra Internasional Tbk 2009-2015.

Pada saat ini beliau menjabat sebagai Komisaris Independen untuk beberapa perusahaan seperti PT Unilever Indonesia Tbk, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (induk Group SCTV-Indosiar), PT Solusi Tunas Pratama Tbk, PT Bali Towerindo Sentra Tbk, PT Pool Advista Indonesia Tbk, PT Totalindo Eka Persada Tbk dan sebagai Komisaris di PT Indopremier Securities.

Selain itu, beliau juga berkontribusi secara aktif di beberapa organisasi seperti sebagai Wakil Ketua Keuangan di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), sebagai anggota Dewan Donatur Universitas Andalas, sebagai anggota Dewan Penasihat Standar Akuntansi IAI, Ikatan Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI) dan Certified Wealth Managers’ Association (CWMA).

founder2

Harry Wiguna

"Kepercayaan adalah suatu keharusan"

Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1981, Harry Wiguna mendedikasikan pengetahuan dan kemampuannya kepada PT Aseam Indonesia – sebuah institusi keuangan non-bank yang dimiliki oleh lima bank yaitu Bank Bumi Daya, Dai Ichi Kangyo Bank, Bank Paribas, Bank Dresdner, and Kleinwort Benson – dari tahun 1981 sampai 1989. Beliau bertanggung jawab untuk pelaksanaan kegiatan treasury, pasar uang dan pasar modal. Setelahnya beliau bergabung dengan beberapa rekan mendirikan perusahaan jasa perantara pedagang efek, PT Bina Tata Laksana Pacific, dan sebuah perusahaan sekuritas yang memiliki lisensi perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek, PT BT Prima Securities Indonesia (afiliasi dari Bankers Trust), dari tahun 1989 sampai 1995.

Di tahun 1995 beliau bergabung di PT Sinarmas Sekuritas sebagai Direktur Utama. Pada tahun 1999-2002 menjadi Direktur Perdagangan BEI dan tahun 2002-2005 menjadi Direktur Pencatatan BEI. Di tahun 2005, beliau bergabung di PT Danareksa, sebuah perusahaan Sekuritas milik pemerintah di bidang perantara pedagang efek, penjamin emisi efek, dan pengelolaan dana, sebagai Direktur Eksekutif hingga tahun 2009.

Bersama Erry Firmansyah di tahun 2009, mendirikan PT Eagle Capital untuk terus mendukung pertumbuhan dan perkembangan pasar modal Indonesia. Di tahun 2010-2013 beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Tahun 2012-2016 menjabat sebagai Komisaris Independen PT Toyota Astra Financial Services. Hingga saat ini, beliau juga menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Mitra Bahtera Segara Sejati Tbk dan PT Golden Eagle Energy Tbk. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Anggota Komite Audit PT Astra Internasional Tbk, PT Astra Graphia Tbk dan PT Astra Auto Finance.

 
You are here: Home Pendiri

Berbagi Ini!

Facebook Twitter Stumbleupon Google Bookmarks RSS Feed 

Siapa Yang Online

Kami punya 23 tamu online
Joomla template by ByJoomla.com